- Diposting oleh : miftahussaadah
- pada tanggal : Juni 01, 2026
CARIU, BOGOR – Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada Senin, 1 Juni 2026, institusi pendidikan memegang peran krusial dalam merawat dan menanamkan nilai-nilai dasar negara kepada generasi penerus. Di tengah pesatnya disrupsi teknologi dan transformasi pendidikan modern, MIS Miftahussa'adah menyoroti pentingnya menyatukan napas kebangsaan dengan pendidikan agama.
Kepala MIS Miftahussa'adah, Abdul Kodir Jaelani, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Pancasila dan pendidikan agama bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan pondasi yang saling menguatkan dalam membentuk karakter peserta didik.
"Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah titik temu yang paling nyata. Di MIS Miftahussa'adah, pendidikan agama Islam tidak hanya diajarkan sebatas pemahaman ritual dan syariat, tetapi juga sebagai pedoman untuk mewujudkan nilai kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan kebijaksanaan sosial yang tertuang dalam sila-sila berikutnya," ujar Abdul Kodir Jaelani.
Relevansi Pancasila dengan Tantangan Pendidikan Saat Ini
Dalam konteks pendidikan saat ini, di mana siswa hidup berdampingan dengan kecerdasan buatan, media sosial, dan arus informasi global yang tak terbatas, tantangan terbesar bagi madrasah adalah menjaga identitas dan moralitas anak didik.
Menurut Abdul Kodir, literasi digital yang mumpuni akan menjadi bumerang tanpa adanya benteng karakter yang kuat. Nilai-nilai Pancasila yang diajarkan melalui pendekatan agama berfungsi sebagai filter utama bagi siswa dalam menyaring informasi dan berinteraksi di dunia maya.
Pendidikan Toleransi: Pemahaman agama yang benar akan menjauhkan siswa dari radikalisme dan sikap intoleran, sejalan dengan semangat kebhinekaan dalam Pancasila.
Adab di Atas Ilmu: Era modern menuntut kecerdasan akademis dan teknologi, namun MIS Miftahussa'adah tetap menempatkan akhlak dan adab berbangsa sebagai prioritas tertinggi.
Mencetak Generasi Agamis dan Nasionalis
Lebih lanjut, momentum 1 Juni ini dijadikan titik tolak bagi MIS Miftahussa'adah untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran. Integrasi teknologi dalam manajemen sekolah dan proses belajar mengajar tetap harus bernapaskan penguatan karakter.
"Pendidikan agama di madrasah harus mampu melahirkan generasi yang adaptif terhadap kemajuan zaman, cakap secara digital, namun hatinya tetap berpijak teguh pada nilai agama dan kecintaannya pada Tanah Air. Itulah wujud nyata dari pengamalan Pancasila di abad ke-21," tegasnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh elemen pendidikan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas yang harus selalu sejalan dengan menjaga keutuhan dan ideologi negara. Melalui pendidikan agama yang komprehensif, MIS Miftahussa'adah berkomitmen untuk terus melahirkan tunas-tunas bangsa yang berakhlak mulia dan berjiwa Pancasila.
