Acara dipandu
oleh MC Abdul Kodir Jaelani,
Kepala MIS Miftahussa’adah, yang membuka kegiatan dengan penuh semangat.
Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust.
Haikal (Guru MIS Al-Khoeriyah Babakanraden) menambah kekhidmatan
suasana, dilanjutkan dengan sambutan resmi oleh Ketua KKMI Kecamatan Cariu, Nuri Hidayanto, S.Pd., Kepala MIS
Nurul Hayat.
Doa bersama
dipimpin oleh H. Adeng, S.Pd.I,
Kepala MIS Al-Khoeriyah Cibarengkok, memohon kelancaran serta keberkahan
seluruh rangkaian kegiatan.
Tim Penilai dan
Arah Pembinaan Madrasah
Kegiatan PKKM Kecamatan Cariu 2025
menghadirkan dua penilai berpengalaman:
- H. Ujang Acu, M.Pd.I
- Drs. Muhlisin, M.Pd.I
Dalam arahannya, H. Ujnag Acu, M.Pd.I menyampaikan
bahwa PKKM merupakan instrumen penting untuk memajukan manajemen madrasah
secara profesional. PKKM bukan sekadar penilaian administratif, tetapi
mekanisme pembinaan berkelanjutan untuk mewujudkan Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia.
Beliau menekankan
bahwa kepala madrasah memegang peran strategis sebagai motor penggerak
perubahan. Kepemimpinan yang visioner, akuntabel, dan berorientasi pada
peningkatan mutu akan membawa madrasah mampu bersaing di era global.
Sementara itu, Drs. Muhlisin, M.Pd.I membahas
perkembangan terbaru kurikulum Kemenag, yaitu perubahan KMA 450 Tahun 2024 menjadi KMA
1503 Tahun 2025. Beliau menyoroti pentingnya pemahaman kepala madrasah
terhadap kebijakan kurikulum terbaru, termasuk pada aspek kokurikuler yang kini semakin
diperkuat sebagai bagian integral pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya,
inovasi di bidang kurikulum harus didukung dengan kemampuan manajerial kepala
madrasah agar implementasinya berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan
peserta didik di lingkungan madrasah.
PKKM merupakan salah satu instrumen
vital dalam sistem pembinaan mutu pendidikan madrasah. Kegiatan ini memiliki
sejumlah manfaat strategis, antara lain:
1. Mengukur Profesionalitas Kepala Madrasah
PKKM memastikan bahwa kepala madrasah mampu menjalankan
tugasnya secara optimal, mulai dari perencanaan program, pengembangan sekolah,
supervisi pembelajaran, hingga manajemen sumber daya.
2.
Mendorong
Inovasi Pembelajaran
Dengan adanya evaluasi berkala, kepala madrasah terdorong
untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang kreatif,
kolaboratif, dan berfokus pada kebutuhan peserta didik.
3.
Memperkuat
Tata Kelola dan Akuntabilitas
Madrasah yang dikelola secara transparan dan akuntabel akan
lebih dipercaya masyarakat, sehingga meningkatkan partisipasi dan dukungan
terhadap program-program pendidikan.
4.
Menjadi
Dasar Pengembangan Mutu Berkelanjutan
Melalui PKKM, madrasah dapat mengidentifikasi kekuatan dan
kekurangan untuk perbaikan. Hal ini membantu madrasah menyusun strategi
pengembangan jangka panjang.
5.
Menjawab
Tantangan Pendidikan Era Modern
Dengan meningkatnya kebutuhan kemampuan abad 21 — literasi
digital, kreativitas, komunikasi, kolaborasi — PKKM membantu memastikan bahwa
kepemimpinan madrasah siap menjawab tantangan tersebut.
Pengembangan madrasah bukan hanya
tanggung jawab kepala madrasah semata, tetapi kolaborasi seluruh warga
madrasah: guru, tenaga kependidikan, komite, orang tua, dan masyarakat. Melalui
kegiatan PKKM seperti ini, madrasah didorong untuk:
- memperkuat karakter peserta didik berbasis akhlak dan
nilai keislaman,
- meningkatkan kualitas pembelajaran,
- memperbaiki sarana prasarana secara bertahap,
- mengembangkan program unggulan yang relevan dengan
kebutuhan zaman,
- serta menanamkan budaya mutu di lingkungan madrasah.
Kegiatan PKKM di MIS Al-Khoeriyah
Babakanraden menjadi bukti nyata komitmen Kecamatan Cariu dalam menguatkan mutu
pendidikan madrasah. Dengan kepemimpinan yang kuat dan inovatif, madrasah
diharapkan terus berkembang menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya
unggul di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan
global.



0 Komentar